Penjelasannya boleh saja ditemui dalam kitab yang masyhur, alHalal wal Haram fil Islam oleh Prof Dr Yusof alQardhawi yang telah lama diterjemah dan beredar dalam pasaran.
Kata alQardhawi, hukum membela anjing sebagai pet (hobi) adalah haram, yakni diharamkan oleh RasuluLlah saw. Dalilnya: Dari Sufyan bin Abu Zuhair, bahawa Nabi saw bersabda,” Barangsiapa mmelihara anjing bukan utk menjaga ladang atau ternak, maka setiap hari pahalanya bekrurangan satu qirath.” [Bukhari-Muslim dan semua ahli hadith yg lain] Inilah juga pendapat majoriti madzhab, antaranya Syafi’iy, Hambali, Maliki dan Zahiri ( alMajmuu’, IX/234)
Antara alasan-alasan fuqaha’ seperti Ibn Hajar ialah:
1. Ia menakutkan jiran-jiran dan orang lalu lalang di luar rumah kita atau orang yg mengunjunginya
2. berkurangnya pahala kepada pemeliharanya
3. Keengganan Malaikat masuk rumah yang ada anjing
4. Ada anjing yang menjadi dari jelmaan anjing (anjing hitam pekat)
5. Tabi’at anjing yang suka menjilat dan kenajisan jilatan itu mungkin menyukarkan pemeliharanya. (al-Fath, X/395)
Ada pendapat yang mengatakan ia makruh sahaja kerana tiada larangan yang tegas dan lugas, demikian kata Ibn Abdil Barr (atTamhid, 14/221).
Kata al-Qardhawi, walaupun majoriti fuqaha’ mengatakan haram, hakikat sebenarnya Islam tidaklah melihat anjing dengan keras, kasar dan harus membunuhnya. Dalil: hadith Jabir ra, ” kalau bukan kerana anjing-anjing itu satu ummat di antara umat-umat yang lainnya, niscaya aku perintahkan membunuhnya. (HR atTermidzi dan Abu Daud, dinilai sahih oleh al-Albani dalam Ghayatul Maram)
Rumusan:
1. Berdasarkan dalil-dalil yang banyak, maka pemeliharaan anjing sebagai hobi adalah dilarang oleh RasuluLlah saw dengan berita-berita yang tidak menggembirakan kepada pemeliharanya.
2. Walaupun anjing ditegah menjadi hobi, Islam tidaklah bersikap keras kepada anjing jika ada keperluan seperti unit anjing di jabatan kepolisian, menjaga ternakan dan tanaman.
AKIBAT seorang Muslim Memelihara Anjing~
Hadits Pertama
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
من أمسك كلبا فإنه ينقص كل يوم من عمله قيراط إلا كلب حرث أو ماشية
“Barangsiapa memelihara anjing, maka amalan sholehnya akan berkurang setiap harinya sebesar satu qiroth (satu qiroth adalah sebesar gunung uhud), selain anjing untuk menjaga tanaman atau hewan ternak.”
Ibnu Sirin dan Abu Sholeh mengatakan dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,
إلا كلب غنم أو حرث أو صيد
“Selain anjing untuk menjaga hewan ternak, menjaga tanaman atau untuk berburu.”
Abu Hazim mengatakan dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كلب صيد أو ماشية
”Selain anjing untuk berburu atau anjing untuk menjaga hewan ternak.” (HR. Bukhari)
[Bukhari: 46-Kitab Al Muzaro’ah, 3-Bab Memelihara Anjing untuk Menjaga Tanaman]
Hadits Kedua
Dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنِ اقْتَنَى كَلْبًا إِلاَّ كَلْبَ مَاشِيَةٍ أَوْ ضَارِى نَقَصَ مِنْ عَمَلِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطَانِ
“Barangsiapa memelihara anjing selain anjing untuk menjaga binatang ternak, maka amalannya berkurang setiap harinya sebanyak dua qiroth (satu qiroth adalah sebesar gunung uhud).” (HR. Muslim: 23 Kitab Al Masaqoh).
An Nawawi membawakan hadits di atas dalam Bab “Perintah membunuh anjing dan penjelasan naskhnya, juga penjelasan haramnya memelihara anjing selain untuk berburu, untuk menjaga tanaman, hewan ternak dan semacamnya.”
Hadits Ketiga
Dari Salim bin ‘Abdullah dari ayahnya –‘Abdullah-, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنِ اقْتَنَى كَلْبًا إِلاَّ كَلْبَ مَاشِيَةٍ أَوْ كَلْبَ صَيْدٍ نَقَصَ مِنْ عَمَلِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطٌ
“Barangsiapa memelihara anjing selain anjing untuk menjaga binatang ternak dan anjing untuk berburu, maka amalannya berkurang setiap harinya sebanyak satu qiroth (satu qiroth adalah sebesar gunung uhud).” (HR. Muslim: 23 Kitab Al Masaqoh). ‘Abdullah mengatakan bahwa Abu Hurairah juga mengatakan, “Atau anjing untuk menjaga tanaman.”
An Nawawi membawakan hadits ini dalam bab yang sama dengan hadits sebelumnya.
Hadits Keempat
Dari Salim bin ‘Abdullah dari ayahnya –‘Abdullah-, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَيُّمَا أَهْلِ دَارٍ اتَّخَذُوا كَلْبًا إِلاَّ كَلْبَ مَاشِيَةٍ أَوْ كَلْبَ صَائِدٍ نَقَصَ مِنْ عَمَلِهِمْ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطَانِ
“Rumah mana saja yang memelihara anjing selain anjing untuk menjaga binatang ternak atau anjing untuk berburu, maka amalannya berkurang setiap harinya sebanyak dua qiroth (satu qiroth adalah sebesar gunung uhud).” (HR. Muslim: 23 Kitab Al Masaqoh). An Nawawi membawakan hadits ini dalam bab yang sama dengan hadits pertama.
Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin mengatakan, “Adapun memelihara anjing dihukumi haram bahkan perbuatan semacam ini termasuk dosa besar -Wal ‘iyadzu billah-. Karena seseorang yang memelihara anjing selain anjing yang dikecualikan (sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits di atas, pen), maka akan berkurang pahalanya dalam setiap harinya sebanyak 2 qiroth (satu qiroth = sebesar gunung Uhud).” (Syarh Riyadhus Shalihin, pada Bab “Haramnya Memelihara Anjing Selain Untuk Berburu, Menjaga Hewan Ternak atau Menjaga Tanaman”)
Kesimpulan:
Hukum memelihara anjing adalah haram dan termasuk dosa besar kecuali anjing yang digunakan untuk berburu, untuk menjaga tanaman dan hewan ternak.
Semoga Allah menjauhkan kita dari setiap perkara yang Dia larang. Hanya Allah yang beri taufik.
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
***
Pangukan, Sleman, 12 Rabi’ul Awwal 1430 H
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel http://rumaysho.com